Sentinel 360

Aturan Baru Sentinel 360: Larangan Penggunaan Bot dan Automasi

30 Aug 2026 · oleh admin
← Kembali ke Blog

Tiga hari terakhir, ada sesuatu yang terjadi di server Sentinel 360 yang membuat kami harus menulis halaman ini. Bukan untuk mengeluh, tapi untuk menjelaskan kenapa kebijakan ini bukan sekadar formalitas.


Apa yang terjadi

Pada suatu pagi, server kami mulai mengirim response yang lebih lambat dari biasanya. Halaman dashboard yang biasanya terbuka dalam hitungan detik, tiba-tiba butuh waktu lebih lama. Tim kami mulai menelusuri log, dan menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ada.

Satu akun mengirimkan ratusan request ke endpoint analisis dalam hitungan jam. Bukan puluhan. Bukan ratusan. 811 request POST dalam waktu kurang dari 2 jam.

Itu artinya setiap 8 detik, ada satu request analisis yang masuk. Tanpa jeda. Tanpa istirahat, jelas ini terindikasi bot.

Yang membuat ini menjadi masalah

Setiap analisis yang dihasilkan Sentinel 360 bukan sulap. Di balik satu file output, ada proses:

  1. Mengambil data dari broker summary — satu query ke server data pasar
  2. Menghitung pola — fase bandar, aliran dana, smart money movement
  3. Menyusun file output yang siap download

Semua proses itu butuh resource. CPU, memori, bandwidth, dan jatah API call ke layanan AI. Ketika satu akun mengirim 811 request dalam 2 jam, akun-akun lain — anggota yang membayar untuk menggunakan layanan ini — ikut merasakan dampaknya.

Itu adalah hari ketika kami sadar, kami butuh kebijakan yang jelas.

Apakah yang melakukannya adalah bot? Hampir pasti.

Kami menyelidiki lebih lanjut. Pola requestnya juga tidak wajar. Tidak ada manusia yang mengetikkan kode saham dan menunggu download 800 kali dalam 2 jam. Tidak ada manusia yang mengklik tombol "Ambil Data" setiap 8 detik selama berjam-jam.

Jelas user tersebut memakai bot untuk eksekusi.

Apakah kami bisa mendeteksi lalu mencegah?

Sayangnya, tidak real-time. Pada saat serangan berlangsung, sistem rate limit kami hanya mengecek per-user, bukan per-IP. Server kami juga menggunakan database yang sama untuk menyimpan catatan penggunaan — jadi bisa di-bypass dengan membuat akun baru.

Kenapa kami menulis ini secara terbuka

Kami punya dua pilihan waktu itu:

  1. Diam — menonaktifkan akun tersebut, mengirim email tegur, dan lanjut seperti biasa
  2. Membuka cerita ini — menjelaskan apa yang terjadi, kenapa kebijakan ini dibuat, dan meminta anggota lain memahami

Kami memilih yang kedua.

Bukan untuk menunjuk jari ke satu individu. Bukan untuk menghukum. Tapi karena setiap anggota yang membayar untuk layanan ini memiliki hak tahu: mengapa kami membatasi penggunaan, dan apa yang akan terjadi jika batas itu dilanggar.

Yang boleh dan yang tidak

Kami sadar banyak anggota yang punya workflow sendiri. Ada yang riset di pagi hari, ada yang monitoring di malam hari. Itu semua boleh dan didukung.

Yang tidak boleh adalah mengotomasi proses itu di luar antarmuka web.

Jika Anda punya kebutuhan otomasi — misalnya ingin mengintegrasikan Sentinel 360 dengan workflow trading Anda — kami terbuka untuk diskusi. Hubungi kami, dan kita bisa bicarakan apakah akses API resmi bisa dibuatkan. Tapi jangan diam-diam menjalankan script di belakang layar.

Satu hal yang perlu kami sampaikan

Layanan ini dibangun untuk manusia. Untuk trader yang ingin membaca data Broker Summary dengan lebih efektif. Untuk investor yang ingin tahu fase bandar. Untuk siapapun yang ingin memahami pergerakan pasar tanpa harus mengolah angka mentah sendiri.

Sentinel 360 bukan untuk diekstrak secara massal. Bukan untuk disedot datanya. Bukan untuk diperjualbelikan ulang hasil analisanya ke pihak lain.

Jika Anda pengguna reguler, Anda tidak perlu khawatir dengan halaman ini. Layanan Anda tidak akan terpengaruh, dan Anda akan terus bisa menggunakan Sentinel 360 seperti biasa.

Tapi jika Anda adalah pihak yang berpikir untuk menjalankan otomasi tanpa izin — tolong berhenti. Sebelum kami yang menghentikan.


Kebijakan ini berlaku efektif sejak 30 Agustus 2026. Kami berhak memperbarui ketentuan ini sewaktu-waktu. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi kami.

Komentar (0)

Login sebagai member untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!